Fri, 17 Apr 2026 Writer HUMAS

SPMB SMK-SMTI Yogyakarta 2026 Masih Dibuka, Tiga Jalur Berlangsung hingga 29 Mei

BERITA DIY - Penerimaan peserta didik baru SMK-SMTI Yogyakarta tahun pelajaran 2026/2027 masih berlangsung dengan fokus pada tiga jalur penerimaan atau Jarvis (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang belum ditutup, yakni Jarvis Reguler Gelombang 2, Jarvis Rekomendasi Industri, dan Jarvis Bersama. Hingga 15 April 2026, pendaftar pada dua jalur awal yang telah ditutup sudah menembus sekitar 2.250 peserta untuk total daya tampung 324 siswa.


Sekretaris SPMB SMTI 2026, Yahya Farqadain, menjelaskan bahwa penerimaan tahun ini disusun dalam lima jalur seleksi. Lima jalur itu mencakup Jarvis Rapor atau prestasi, Jarvis Reguler gelombang 1, Jarvis Reguler gelombang 2, Jarvis Bersama, dan Jarvis Rekomendasi Industri.


Adapun proses seleksi sudah dibuka sejak Januari 2026 melalui laman spmb.smtijogja.sch.id. Jarvis Rapor dan Jarvis Reguler Gelombang 1 dibuka pada 15 Januari sampai 13 April 2026, sedangkan Jarvis Reguler Gelombang 2 dibuka pada 14 April sampai 29 Mei 2026.


Sementara itu, Jarvis Rekomendasi Industri berlangsung lebih panjang, yakni 15 Januari sampai 29 Mei 2026. Sementara Jarvis Bersama dijadwalkan pada 6 April sampai 15 Mei 2026, sehingga masih menjadi salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan calon peserta pada fase lanjutan penerimaan melalui laman jarvis.kemenperin.go.id.


Menurut Yahya, seluruh jalur seleksi di SMTI pada prinsipnya memiliki dua tahap. “Setiap jalur itu memiliki 2 tahap seleksi. Tahap 2 itu semua nanti adalah wawancara. Tahap pertama menjadi pembeda karena disesuaikan dengan karakter masing-masing jalur penerimaan,” ujarnya saat ditemui di SMK-SMTI Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).


Pada Jarvis Rapor, penilaian tahap pertama dilakukan melalui nilai akademik peserta. Nilai yang menjadi perhatian utama adalah matematika, karena dianggap paling relevan dengan pola pembelajaran di SMK-SMTI yang banyak bertumpu pada logika dan basis teknik.


Yahya menjelaskan, pemilihan matematika tidak dilakukan secara acak. Menurut dia, mata pelajaran itu dipakai sebagai indikator awal kesiapan peserta untuk masuk ke jurusan-jurusan teknik yang tersedia di sekolah tersebut, yakni kimia analisis, teknik kimia industri, dan teknik mekatronika.


“Kalau untuk Jarvis rapor, tahap 1 itu diseleksi dari nilai rapor siswa. Yang kita ambil adalah nilai matematika. Kenapa nilai matematika? Karena pelajaran di SMTI itu sebagian besar adalah logika matematika,” jelasnya.


Berbeda dengan Jarvis Rapor, Jarvis Reguler mengandalkan tes tulis pada tahap pertama. Tes itu berlaku untuk Jarvis Reguler Gelombang 1 maupun Jarvis Reguler Gelombang 2, dengan materi yang difokuskan pada kemampuan matematika peserta.


Lebih lanjut, Yahya menyebut tes tulis tersebut berisi 30 soal matematika. Dengan model itu, sekolah berupaya menyeleksi calon peserta berdasarkan kemampuan akademik dasar yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran vokasi industri.

“Untuk Jarvis Reguler, itu tahap satunya adalah tes tulis. Tes tulis itu terdiri dari 30 soal matematika yang nanti akan diikuti oleh peserta reguler,” ujar Yahya. Ia juga menjelaskan bahwa Jarvis Bersama memakai tes tulis berbasis tes potensi akademik yang diselenggarakan secara nasional.


Khusus jalur Jarvis Bersama, seleksi tahap awal tidak dilakukan oleh sekolah secara mandiri. Jalur ini terhubung dengan mekanisme nasional Kementerian Perindustrian, sehingga peserta yang memilih jalur tersebut mengikuti skema seleksi yang berbeda dari jalur internal sekolah.


Jalur yang paling khas dalam SPMB SMTI tahun ini adalah Jarvis Rekomendasi Industri. Pada jalur itu, seleksi tahap pertama digantikan dengan surat rekomendasi dari industri yang memiliki keterkaitan dengan kompetensi keahlian di SMTI.


Yahya menyebut jalur tersebut memberi ruang lebih besar bagi industri untuk ikut menyiapkan calon tenaga kerja sejak fase pendidikan.

“Si calon siswa itu mendapatkan yang namanya golden ticket, melewati tahap 1 hanya dengan menunjukkan surat rekomendasi dari industri,” kata dia, seraya menegaskan bahwa peserta tetap wajib melalui tahap wawancara.

Meski demikian, rekomendasi industri tidak otomatis menjamin peserta diterima. Sekolah, kata Yahya, tetap akan mengecek validitas surat rekomendasi sekaligus memastikan bahwa calon siswa memang memiliki motivasi dan kemampuan untuk bertahan mengikuti pendidikan di SMTI.

Verifikasi juga dilakukan kepada pihak industri yang memberikan rekomendasi. Langkah itu dinilai penting karena konsep jalur rekomendasi industri bukan semata pintu masuk alternatif, melainkan bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan pembinaan siswa dengan kebutuhan riil dunia kerja.

“Nanti di wawancara kita akan memastikan bahwa motivasi dan kemampuan si anak itu minimal bisa bertahan di SMTI, Industri akan kita follow up, akan kita konfirmasi apakah benar dia memberikan rekomendasi, dan dia pasti akan menerima anak ini PKL,” kata Yahya.

Dari sisi kuota, Jarvis Reguler menjadi jalur dengan porsi paling besar, yakni 40 persen dari total penerimaan. Setelah itu, jalur prestasi atau Jarvis Rapor mendapat porsi 25 persen, Jarvis rekomendasi industri 20 persen, dan Jarvis Bersama 15 persen.

Total siswa baru yang akan diterima tahun ini ditetapkan sebanyak 324 orang. Dengan komposisi kuota tersebut, persaingan diperkirakan tetap ketat, terutama jika melihat jumlah pendaftar awal yang sudah tinggi sebelum seluruh jalur ditutup. “Kuotanya yang pertama untuk jalur prestasi atau Jarvis Rapor itu 25 persen, kemudian Jarvis Rekomendasi Industri itu 20 persen, terus Jarvis Bersama tadi yang nasional itu 15 persen, terus Jarvis Reguler itu 40 persen,” beber Yahya.


Persaingan Ketat

Pada jalur yang telah lebih dulu ditutup, animo pendaftar sudah terlihat besar. Jarvis Rapor disebut Yahya mencatat hampir 1.200 pendaftar, sedangkan Jarvis Reguler Gelombang 1 diikuti sekitar 1.000 peserta.

Jika digabungkan, jumlah pendaftar sementara mencapai sekitar 2.250 orang. Angka itu menunjukkan tingkat persaingan yang jauh lebih tinggi dibanding daya tampung, bahkan ketika tiga jalur lain masih belum sepenuhnya berakhir.

Yahya menyebut minat pendaftar pada tahun ini setidaknya sedikit lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, terutama pada Jarvis Rapor. “Kalau tahun lalu itu rapor itu sekitar di 800-900, dan reguler 1 di 1000, jadi kalau reguler 1 yang tetap, rapornya meningkat sedikit,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu faktor yang membuat minat masuk SMTI tetap tinggi adalah kuatnya persepsi publik terhadap peluang kerja lulusan. Informasi mengenai sekolah itu, kata dia, banyak beredar dari pengalaman teman, keluarga, hingga orang tua yang pernah berhubungan langsung dengan layanan pendidikan SMTI.

Pernyataan itu juga berkaitan dengan positioning sekolah sebagai penyedia lulusan vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri. Yahya menegaskan bahwa permintaan tenaga kerja yang masuk ke sekolah justru lebih besar daripada jumlah lulusan yang tersedia.

“Yang menarik itu, di sini itu jaminan anak pasti mendapat kesempatan kerja, jaminan pasti kerja. Kenyataannya atau kondisi saat ini itu memang demand yang masuk ke kita itu lebih besar daripada supply. Akhirnya jargon jaminan pasti kerja itu bukan omong kosong,” imbuhnya.

Ia mencontohkan adanya minat dari industri manufaktur untuk datang melakukan proses rekrutmen, tetapi jumlah lulusan yang tersedia kerap terbatas. Dalam pandangan sekolah, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa relasi antara SMTI dan industri tidak berhenti pada praktik kerja lapangan, melainkan bergerak hingga proses penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, Yahya menyebut sekolah harus menjaga kualitas proses pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Sekolah, menurut dia, berperan sebagai penghubung antara siswa yang membangun kompetensi dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil. “Jadi kita harus mengambil dari siswa itu yang sebaik-baiknya, kemudian dengan industri kita juga harus memahami kebutuhan dia sebaik-baiknya sehingga ramuan kita itu tepat. Raw material, terus proses, outputnya itu harus sesuai,” tegasnyaPendidikan Terkait Konsentrasi Keahlian, SMK-SMTI Yogyakarta saat ini membuka tiga jurusan utama, yaitu teknik kimia industri, kimia analisis, dan teknik mekatronika. Menurut Yahya, minat pendaftar pada ketiga jurusan itu relatif merata karena masing-masing sudah memiliki karakter dan orientasi kerja yang berbeda. Kimia analisis, misalnya, banyak dikaitkan dengan pekerjaan laboratorium dan pengendalian mutu. Sementara teknik kimia industri lebih dekat dengan proses produksi, sedangkan mekatronika bertaut dengan logika mesin, elektrikal, pemeliharaan, dan engineering. “Kalau industri datang pun mereka akan ambil semua. Mau ambil analis ada, produksi ada, teknik kimia industri, kemudian untuk maintenance juga ada,” ujar Yahya. Ia menambahkan, struktur tiga jurusan itu pada dasarnya mencerminkan kebutuhan utuh dalam bisnis proses industri. Yahya pun mengungkapkan jaringan kerja sama industri SMTI terus bertambah dari tahun ke tahun. Ia menyebut jumlah mitra industri sudah lebih dari 200, mencakup industri cat, kimia, makanan dan minuman, farmasi, hingga otomotif. Bagi panitia, keluasan jaringan industri itu menjadi faktor penting untuk menopang slogan penyerapan kerja lulusan. Industri disebut tidak selalu merekrut setiap tahun, sehingga sekolah harus menjaga komunikasi dengan banyak mitra agar peluang praktik kerja lapangan dan rekrutmen tetap terjaga dalam jangka panjang.Tujuan Wisata “Karena kan tadi jargon kita jaminan pasti kerja. Dan industri itu belum tentu setahun sekali itu ambil,” kata Yahya. “Berarti kita harus memenuhi sekian banyak industri,” ujarnya menjelaskan alasan sekolah terus memperluas jejaring kerja sama. Untuk jadwal pendaftaran, panitia mengingatkan bahwa Jarvis Rapor dan Jarvis Reguler Gelombang 1 sudah ditutup pada 13 April 2026. Sementara Jarvis Reguler Gelombang 2, Rekomendasi Industri, dan sebagian fase seleksi Jarvis Bersama masih dapat diakses sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam data penerimaan 2026/2027. Yahya menegaskan batas akhir yang paling perlu diperhatikan calon pendaftar adalah 29 Mei 2026 untuk jalur yang masih dibuka sekolah. Menurut dia, calon peserta tidak bisa menunda terlalu lama karena ritme pendaftaran SMK-SMTI Yogyakarta berlangsung lebih cepat dibanding sebagian proses penerimaan di sekolah umum. “Jadi tanggal 29 Mei, jadi jangan sampai terlewatkan karena 29 Mei itu adalah pendaftaran terakhir,” kata Yahya. Dengan animo yang sudah tinggi sejak gelombang awal, SPMB SMK-SMTI Yogyakarta 2026/2027 kini memasuki fase krusial. Bukan hanya karena persaingan untuk 324 kursi semakin ketat, melainkan juga karena tiga jalur yang tersisa menjadi peluang terakhir bagi calon siswa untuk masuk ke sekolah vokasi industri tersebut melalui skema seleksi yang berbeda-beda.***


Sumber Artikel berjudul " SPMB SMK-SMTI Yogyakarta 2026 Masih Dibuka, Tiga Jalur Berlangsung hingga 29 Mei ", selengkapnya dengan link: https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/diy/pr-7010141866/spmb-smk-smti-yogyakarta-2026-masih-dibuka-tiga-jalur-berlangsung-hingga-29-mei?page=all

Berita Terkait
Writer 16 Mar 2022
Pengumuman Seleksi Tahap Akhir Jarvis Rapor PPDB SMK-SMTI Yogyakarta Tahun 2022
Writer 29 Sep 2021
SMK-SMTI Yogyakarta Gelar Pelatihan Guru
Writer 22 May 2022
Informasi Pelaksanaan Uji Coba Ujian JARVIS Bersama 2022
Writer 07 Dec 2021
Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kompetensi Pegawai SMK-SMTI Yogyakarta